July 1, 2016

Mau Jadi Bangsa Apa

Tuhan sengaja menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ref. Al-Hujurat:13)

Artinya manusia, karena sebagai yang diciptakan, tidak dapat memilih ingin dilahirkan sebagai bangsa apa dan suku mana. Lahir ya ceprot keluar dari rahim ibunya, tidak tersedia baginya pilihan pintu lain, yang kemudian menjadi awal penentu kebangsaan dan suku dia.

Namun setelah dewasa, dia memiliki pilihan untuk menjalani hidup sebagai bangsa atau suku lain. Kalau dia mau.

Misalnya orang Jawa yang memiliki kekaguman lebih terhadap bangsa Arab, sah saja dia mengubah namanya menjadi kearaban, berbicara dengan diselipi bahasa Arab, dan makan minum sebagaimana makanan orang Arab.

Entah itu didasari atas alasan agamanya, atau hanya sekadar nostalgia pernah kerja di sana, atau karena cuma pingin saja. Dia berhak untuk itu semua, entah itu hak tinggi atau hak yang rendah saja.

Sekarang ini banyak meme beredar yang menggambarkan Gus Dur/Cak Emha/Bung Karno/KH Musthofa Bisri/dll yang mengkritik orang Islam hilang jawanya karena kearaban. Meskipun belum tentu para beliau tersebut yang berbicara seperti itu, namun apa yang disampaikan tersebut sebenarnya tidak salah juga.

Secara pribadi saya yakin para beliau tidak bermaksud menentang kearaban para penduduk lokal, tapi lebih pada menjawab pendapat golongan tertentu.
Karena banyak orang yang terlalu fanatik pada suatu bentuk tertentu sehingga mendorong orang lain untuk berubah ke bentuk yang dimaksud. Demi menjawab dorongan itulah maka jadilah meme-meme tersebut.

Namun ketika jawaban para beliau itu kemudian terlalu dipaksakan ke semua orang, akhirnya mereka yang ingin mengekspresikan diri menjadi bangsa lain jadi ikut terkena dampaknya.
Padahal, jadilah apa yang kamu inginkan, selama tidak melanggar syariat dan aturan. Kalau memang cinta Arab ya monggo saja.

Lalu siapa yang akan mempertahankan budaya dan kekhasan Jawa kalau semua dibiarkan menjadi bangsa lain?
Ya terserah siapa saja yang mau. Kalau tidak mau ngapain dipaksa juga kan?

Biarlah yang mau-mau saja yang tetap menjadi Jawa, seperti saya.

February 27, 2016

LGBT

Cukup lama saya meredam pendapat tentang fenomena LGBT ini. Bukan karena apa-apa, hanya kepingin saja. 
Bayangkan, kecenderungan "menyimpang" ini sudah ada jauh sebelum kamu ada. Kamu bahkan buyutnya buyut kamu pun mengalami peradaban dengan kelakuan ini.

Lalu apakah sekelumit pendapat ini akan mengubah keadaan itu? Tentu saja tidak. Tapi kita tidak akan pernah tau kan, bahkan setetes embun pun dapat menyelamatkan middle earth saat embun itu jatuh di mulut Aragorn yang sedang pingsan.

Pendapat saya tentang LGBT: menyukai sesama jenis bukanlah perbuatan menyimpang. Memang benar apa kata para pakar psikologi.

Jangankan ke sesama manusia, bahkan seseorang bisa saja jatuh cinta ke karakter anime. Ada juga yang terangsang dengan motor Yamaha YZR-M1, atau yang tidak dapat tidur karena memikirkan keseksian ROM MIUI 6. Sah saja.

Jadi jika secara ilmu psikologi dikatakan bahwa cowok suka sama cowok itu normal, ya memang.

Lanjutkan membaca "LGBT" »

July 12, 2015

Indonesia Beda

Mengikuti pendapat teman-teman yang prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, yang mudah sekali diadu domba, dan menjadi ladang yang nyaman untuk bermain takfir-takfiran. Puncak kekhawatiran mereka adalah Indonesia akan berubah menjadi Suriah berikutnya.

Namun menurutku Indonesia berbeda dari bangsa lain, karena kita adalah bangsa yang unik.

Lanjutkan membaca "Indonesia Beda" »

June 30, 2015

Pernikahan Sesama Jenis

cacing-tanah.png
"Cinta nomor satu, jenis kelamin nomor dua", adalah candaan rekan-rekan di kampus dulu ketika ada teman sesama cowok bergandengan tangan. Dan dengan sahnya legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika, seakan melihat gurauan dulu itu kini menjadi kenyataan.

Memang keputusan seperti itu sudah berlaku di beberapa negara lain, misalnya Belanda dan Denmark, hanya saja karena ini Amerika, gemanya menjadi berbeda. Karena Amerika sebagai negara kiblat hedonisme, maka bagi para penyembah nafsu di negeri kita seakan mendapat backup dan pembenaran untuk bersuara lantang tentang kesetaraan hak pernikahan sesama jenis. Lagi-lagi hak asasi manusia menjadi landasannya.

LGBT (Lesbi, Gay, Bisex, dan Transgender) adalah penyakit. Umumnya yang namanya penyakit memang tidak diminta, tapi tidak berarti boleh bertindak sesuai kehendak sendiri. Bagi yang waras harusnya mengasihi dan merangkul yang sakit itu agar menuju kesembuhan, bukan malah membuatnya permanen.

Lanjutkan membaca "Pernikahan Sesama Jenis" »

May 24, 2015

Perumpamaan Adzan Dengan Telepon

Phone Ring
Sebagai panggilan untuk sholat, jika diumpamakan dengan kring pada panggilan telepon, kira-kira seperti ini reaksi sebagian dari kita terhadap adzan:

1. Kring pertama: "Allahu Akbar Allahu Akbar"

Di layar hati muncul "Incoming call from Allah"

Bagi yang sedari tadi menunggu panggilan itu, atau yang memang menganggap bahwa itu panggilan sangat penting, akan bergegas memenuhi panggilan itu.

Sedangkan bagi yang lainnya masih tenang-tenang saja.

2. Kring kedua: "Allahu Akbar Allahu Akbar"

Mereka yang di kring pertama tadi tidak begitu mendengar, di kring kedua ini mungkin akhirnya sadar dan bereaksi untuk bergegas.

Sisanya tetap tenang, mungkin nama pemanggilnya di layar hati tidak dikenali, mungkin kontak Allah di phonebook belum tersimpan sehingga yang muncul adalah Unknown Number.

Lanjutkan membaca "Perumpamaan Adzan Dengan Telepon" »

Halaman: [1] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ... 87 »

Pencarian

Komentar Terbaru

July 2016

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Kategori

Arsip

Aryo Sanjaya

Tinggalkan Pesan

Kisah Mahesa Jenar

Kisah dari Tanah Jawa, tentang perjalanan diri Mahesa Jenar.
Download:
Naga Sasra & Sabuk Inten
atau di sini:
download dari SaveFile.com
Theme by: Magic Paper
Didukung oleh
Movable Type 5.01


Aryo Sanjaya

Sindikasi