Partai-partai Politik
Sebagai orang yang awam politik, tidak mungkin aku dapat memilih mana partai terbaik untuk dipilih di pemilu 2009. Mau menilai berdasarkan program dan integritas partai mana yang terbaik, dibutuhkan data yang valid dan tidak memihak.
Mau golput?
No way. Golput sama saja dengan membiarkan partai 'jahat' memenangi pemilu.
Selagi dapat memberikan suara, selain berusaha memenangkan partai pilihan, juga untuk menghindari kemenangan oleh partai-partai yang tidak seharusnya menang.
Karena belum bisa menentukan mana yang harus dipilih, sementara ini aku menentukan partai mana yang seharusnya tidak aku pilih, dengan berbagai alasan:
- PPP: melindungi (atau terdiri dari?) orang seperti Al Amin Nur Nasution.
- PDIP: karena masih mempertahankan capres lama, ketua DPR-nya mempersulit langkah KPK, dst.
- PKB: ruwet sendiri, gimana mau membangkitkan bangsa?
- ... (akan bertambah sesuai perkembangan kebobrokan politisi)
Tentu saja itu adalah 'blacklist' pribadi. Anda dapat membuat versi anda sendiri :-"Â
Ada 12 komentar
@aryo: membiarkan partai jahat memenangi pemilu...
kalau semua jahat?
Aryo: itu kan kalau ;))
Balas Komentar Iniyakin deh, ada yang tidak jahat. at least sistemnya yang 'lurus', tidak membabi-buta membela golongannya di atas kepentingan bersama, tidak menghalalkan segala cara untuk menjegal lawannya, etc.
kita liat aja.
Tetep Golput :P
Gak mau menyesal memilih kucing didalam karung, dari semua partai di Indoneisa yang paling beres menurutku sih PKS.
Aryo:
sama partai ... entah
Balas Komentar Ini
Gimana dgn partai saya?
Mau?...
Aryo:
maauuu, partai penjaja legen asli tuban
Balas Komentar Ini
lalu, sebaiknya kita milih yg mana om?
atw bikin partai sndiri aja ya ^^!
Aryo:
selama yang sudah ada masih bisa dipertahankan dan diperbaiki, sebaiknya gak usah bikin baru ;;)
Balas Komentar Ini
udah 21 tahun tapi sama sekali belum pernah ikutan pemilu nih... sampe sekarang pun masih binun kalo ditanya mau pilih partai apa.
Aryo:
partai pemerhati pecel mbak evi
Balas Komentar Ini
Ketua DPR = PDIP?
Plis deeehh...pasti ga observasi dulu deh!! ;-)
Aryo: Emangnya aku sebutkan ketua DPR dari PDIP? plis deh.
Balas Komentar Ini*gak mau ngalah, niru cara kerja DPR* ;))
Dalam kasus besar di DPR kan PDIP punya andil kuat sekali, nah, kalau sampai KPK dipersulit DPR, kemanakah perannya PDIP?
*cari-cari celah membela diri >:) *
ikut partai PHP aja (Partai Hidup Programmer) :D
Balas Komentar Iniyg punya visi&misi meningkatkan taraf hidup para programmer dan.. hayahhh :D
Nuwun sewu...Salam kenal Mas Aryo, mohon maaf saya baru belajar internet (baca gaptek), tapi saya suka blog sampean ini (apalagi ada naga sasra sabuk intennya, belumlagi kartolo cs dll), saya sudah coba kirim komentar tapi kok gak bisa masuk ya !?? (tolong dong) ^:)^
Balas Komentar IniHaloo... saya sudah coba yang ke 3 kali ini kirim koment (bisa masuk gak yaaa ??!!) :-? :-?
Balas Komentar Inihar.. yo pilih PKNU tho. Partai Kebangkitan Nasional Ulama. insya Allah maslahah. insya Allah bakalan menjadi partai alternatif ketika partai2 laen sudah tidak lagi "bener". insya Allah bakal menjadi wahana mempererat silaturrahim. ya.. minimal ente bisa ketemu aku lagi lah kalo jadi simpatisan or kader PKNU. he he..
Aryo:
hiyaaa... ternyata untuk summon pakde ini bisa dengan postingan parpol :D
gimana kabaripun pakde? masih di metropolitan?
sudah berapa tahun ya gak ketemu... eh jenggot saya sudah lebih panjang dari punyane sampean kayaknya ;))
Balas Komentar Ini
untuk sementara belum melihat partai yang memihak ke rakyat buktinya BBM tetap naik, katanya sih ada juga partai yang menolak dan mendukung rakyat, tapi mana ???
Balas Komentar IniKita hilangkan saja DPRD sampai DPRRI. diganti dewan kota/kabupaten,dan DPRRI tapi tidak permanen. Nanti Rapat kalau ada yg perlu. Tidak terlalu membebani keuangan negara. Hilangkan pemilihan gubernur dan tidak ada Dewan Propinsi. Gubernur hanya bersifat koordinator wilayah dan kepanjangantangan dari pemerintah Pusat. Gubernur ditentukan Presiden.DK/DRepublik, beranggotakan ahli2 asosiasi lokal atau ahli2 assosiasi tingkat pusat (Dewan Republik). Artinya kita tidak butuhkan Partai Politik. Pemilihan Kades sampai Presiden dibiayai oleh pemerintah, tapi seleksi secara terbuka dan dibatasi hanya 3 maksimal. tidak perlu kampanye, proses seleksi sdh dianggap kampanye. calon kades sampai presiden melalui proses penelitian mulai dari tempat kelahirannya sampai di tempat2 pernah bekerja.
Balas Komentar IniBersambung
Salam dari hafidmusrah